diperbaharui 1 sept 2026
Tata Cara Sa’i yang benar dimulai dari Bukit Safa, dilakukan sebanyak tujuh kali perjalanan, dan berakhir di Bukit Marwah. Kesalahan menghitung satu perjalanan sebagai perjalanan pulang-pergi dapat membuat jamaah keliru, sehingga urutan Safa–Marwah perlu dipahami sebelum menjalankan ibadah Umroh.
Sa’i bukan sekadar berjalan di antara dua tempat. Ibadah ini mengingatkan jamaah pada ikhtiar Siti Hajar ketika mencari air untuk Nabi Ismail sekaligus mengajarkan bahwa doa perlu disertai usaha yang sungguh-sungguh.
Allah menyebut Safa dan Marwah sebagai bagian dari syiar-Nya dalam QS Al-Baqarah ayat 158. Sa’i juga merupakan salah satu rangkaian pokok dalam pelaksanaan Umroh.
Jawaban singkat: Safa ke Marwah dihitung satu kali. Marwah kembali ke Safa dihitung satu kali berikutnya. Perjalanan ketujuh dimulai dari Safa dan berakhir di Marwah.
Apa Itu Sa’i dalam Ibadah Umroh?
Sa’i adalah berjalan antara Bukit Safa dan Bukit Marwah sebanyak tujuh kali setelah melaksanakan tawaf. Safa menjadi titik awal, sedangkan Marwah menjadi titik akhir.
Pedoman manasik Kementerian Agama mencantumkan bahwa Sa’i dilakukan setelah tawaf, dimulai dari Safa, diselesaikan sebanyak tujuh perjalanan, dan berakhir di Marwah. Panduan resmi Nusuk juga menjelaskan bahwa Safa menuju Marwah dihitung satu perjalanan, bukan perjalanan pulang-pergi.
Sa’i dilaksanakan di area Mas’a di dalam kompleks Masjidil Haram. Jamaah mengikuti lintasan yang telah disediakan dan dapat menggunakan lantai atau jalur yang sesuai dengan kondisi fisiknya.
Untuk memahami posisi Sa’i dalam keseluruhan rangkaian ibadah, baca juga cara menjalankan ibadah Umroh.
Syarat Sa’i yang Perlu Diperhatikan
Sebelum mempraktikkan tata cara Sa’i, perhatikan beberapa ketentuan pokok berikut:
- Dilaksanakan setelah tawafSa’i dikerjakan setelah jamaah menyelesaikan tawaf yang menjadi rangkaian ibadah Haji atau Umroh.
- Dimulai dari SafaPerjalanan pertama harus dimulai dari Safa menuju Marwah. Jika jamaah memulainya dari Marwah, perjalanan tersebut tidak dihitung sebagai perjalanan pertama.
- Dilaksanakan sebanyak tujuh perjalananSafa menuju Marwah dihitung satu kali. Marwah menuju Safa dihitung satu kali berikutnya.
- Berakhir di MarwahPerjalanan ketujuh dimulai dari Safa dan selesai di Marwah.
- Menempuh lintasan Safa–MarwahJamaah mengikuti jalur yang menghubungkan Safa dan Marwah serta tidak sengaja keluar dari lintasan Sa’i.
- Menjaga urutan pelaksanaanSa’i dilaksanakan sesuai urutan rangkaian Umroh: ihram, tawaf, Sa’i, kemudian tahallul.
Berwudu, menjaga kebersihan, dan menutup aurat tetap dianjurkan sebagai bentuk penghormatan terhadap ibadah. Jamaah yang menghadapi kondisi khusus sebaiknya mengikuti arahan pembimbing ibadah karena penerapan hukum dapat berbeda sesuai keadaan.

Tabel Menghitung Tujuh Kali Sa’i
Kesalahan menghitung merupakan salah satu masalah yang paling sering terjadi. Gunakan tabel berikut sebagai panduan:
| Perjalanan | Arah perjalanan | Titik akhir |
|---|---|---|
| 1 | Safa → Marwah | Marwah |
| 2 | Marwah → Safa | Safa |
| 3 | Safa → Marwah | Marwah |
| 4 | Marwah → Safa | Safa |
| 5 | Safa → Marwah | Marwah |
| 6 | Marwah → Safa | Safa |
| 7 | Safa → Marwah | Marwah |
Jadi, tujuh kali Sa’i bukan berarti tujuh kali perjalanan pulang-pergi. Apabila setiap pulang-pergi dihitung satu kali, jamaah justru akan berjalan empat belas perjalanan.
Tata Cara Sa’i dari Safa sampai Marwah
1. Menuju Bukit Safa setelah menyelesaikan tawaf
Setelah tawaf dan amalan yang mengikutinya selesai, jamaah menuju area Safa. Masuklah ke jalur Sa’i dengan tertib dan tidak menghalangi jamaah lain.
Jamaah dapat mengingat QS Al-Baqarah ayat 158 yang menjelaskan bahwa Safa dan Marwah termasuk syiar Allah.
2. Menghadap kiblat dan berdoa di Safa
Ketika berada di Safa, jamaah menghadap ke arah kiblat jika memungkinkan, kemudian bertakbir, bertahlil, berzikir, dan berdoa.
Doa dapat disampaikan dalam bahasa Arab maupun bahasa yang dipahami. Jamaah dapat memohon ampunan, kesehatan, penerimaan ibadah, kebaikan keluarga, dan kemudahan hidup.
Tidak perlu memaksakan diri mencapai bagian yang tinggi apabila kondisi ramai atau kesehatan tidak memungkinkan.
3. Berjalan dari Safa menuju Marwah
Mulailah berjalan dari Safa menuju Marwah. Perjalanan ini dihitung sebagai Sa’i pertama.
Berjalanlah dengan tenang, tetap berzikir, dan perhatikan keselamatan. Jangan berhenti mendadak di tengah jalur karena dapat mengganggu jamaah di belakang.
4. Laki-laki berlari kecil di antara penanda hijau
Ketika melewati area yang ditandai lampu atau penanda hijau, jamaah laki-laki yang mampu dianjurkan berlari kecil. Setelah melewati penanda hijau kedua, jamaah kembali berjalan biasa.
Jamaah perempuan tetap berjalan seperti biasa. Jamaah laki-laki yang lanjut usia, sakit, mendampingi keluarga, atau berisiko jatuh tidak perlu memaksakan diri berlari.
Lari kecil hanya dilakukan di area penanda hijau, bukan sepanjang perjalanan Safa–Marwah.
5. Tiba di Marwah dan berdoa
Setelah tiba di Marwah, jamaah telah menyelesaikan perjalanan pertama. Jika memungkinkan, menghadaplah ke arah kiblat, kemudian bertakbir, berzikir, dan berdoa sebagaimana ketika berada di Safa.
6. Kembali dari Marwah menuju Safa
Perjalanan dari Marwah kembali ke Safa dihitung sebagai perjalanan kedua. Jamaah kembali mengikuti aturan berjalan dan lari kecil di area penanda hijau sesuai kemampuan.
7. Menyelesaikan perjalanan ketujuh di Marwah
Lanjutkan perjalanan secara bergantian hingga perjalanan ketujuh. Urutannya adalah:
- Perjalanan ganjil berakhir di Marwah.
- Perjalanan genap berakhir di Safa.
- Perjalanan ketujuh berakhir di Marwah.
Setelah perjalanan ketujuh selesai, jamaah tidak perlu kembali lagi ke Safa.
8. Melanjutkan dengan tahallul
Setelah Sa’i selesai, jamaah Umroh melanjutkan dengan tahallul atau memotong rambut sesuai ketentuan. Tahallul menjadi penutup rangkaian utama ibadah Umroh.
Doa Sa’i antara Safa dan Marwah
Tidak ada keharusan membaca satu doa khusus yang berbeda untuk setiap perjalanan. Jamaah dapat membaca Al-Qur’an, berzikir, berselawat, beristigfar, atau berdoa dengan kalimat yang dipahami.
Di Safa dan Marwah, jamaah dapat membaca takbir, tahlil, dan doa. Salah satu zikir yang dikenal dalam tuntunan manasik adalah:
لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
Latin:
Lā ilāha illallāhu waḥdahu lā syarīka lah, lahul-mulku wa lahul-ḥamdu, wa huwa ‘alā kulli syai’in qadīr.
Artinya:
Tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya segala kerajaan dan pujian, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.
Jamaah tidak perlu tergesa-gesa menyelesaikan kumpulan doa tertentu. Utamakan kekhusyukan, keselamatan, dan pemahaman terhadap doa yang dibaca.

Kesalahan Saat Sa’i yang Harus Dihindari
Menghitung pulang-pergi sebagai satu perjalanan
Safa–Marwah adalah satu perjalanan. Marwah–Safa adalah perjalanan berikutnya. Kesalahan ini dapat membuat jamaah melakukan empat belas perjalanan.
Memulai Sa’i dari Marwah
Sa’i dimulai dari Safa. Pastikan jamaah mengenali papan dan penanda arah sebelum memulai.
Berlari kecil sepanjang lintasan
Jamaah laki-laki hanya dianjurkan berlari kecil di antara dua penanda hijau. Di luar area tersebut, jamaah berjalan biasa.
Perempuan ikut berlari di penanda hijau
Jamaah perempuan tetap berjalan seperti biasa dan tidak perlu mengikuti lari kecil.
Memaksakan diri menyentuh Safa atau Marwah
Jamaah tidak harus memanjat tinggi, menyentuh dinding, atau berdesakan. Hindari tindakan yang berisiko bagi diri sendiri dan jamaah lain.
Menganggap ada doa wajib untuk setiap perjalanan
Jamaah dapat berdoa dengan doa yang baik. Tidak perlu menganggap buku doa tertentu sebagai satu-satunya bacaan yang sah.
Mengutamakan dokumentasi daripada keselamatan
Mengambil foto atau video tidak boleh mengganggu jamaah lain, menghambat jalur, atau mengurangi kekhusyukan.
Tidak mengikuti arahan pembimbing
Jamaah lansia, pengguna kursi roda, dan jamaah dengan kondisi kesehatan tertentu sebaiknya mengikuti arahan pembimbing serta petugas di Masjidil Haram.
Checklist Sebelum dan Saat Melaksanakan Sa’i
- Sudah menyelesaikan tawaf.
- Mengetahui lokasi awal di Safa.
- Memahami bahwa Safa–Marwah dihitung satu kali.
- Menyiapkan penghitung manual atau catatan bila diperlukan.
- Mengetahui perjalanan ketujuh berakhir di Marwah.
- Memahami fungsi penanda hijau.
- Membawa air minum secukupnya jika diperlukan.
- Tidak memaksakan kecepatan berjalan.
- Mendampingi jamaah lansia atau anggota keluarga.
- Mengikuti arahan pembimbing dan petugas.
Tips Tata Cara Sa’i untuk Jamaah Lansia dan Pengguna Kursi Roda
Jamaah yang memiliki keterbatasan fisik dapat menggunakan kursi roda atau fasilitas mobilitas yang tersedia sesuai aturan setempat. Pilih jalur yang diperuntukkan bagi pengguna kursi roda dan jangan memaksakan diri menggunakan jalur padat.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan:
- Istirahat sebelum memulai Sa’i.
- Minum secukupnya dan hindari dehidrasi.
- Gunakan alas kaki yang diperbolehkan dan aman sesuai kondisi ihram.
- Tetap bersama pendamping atau rombongan.
- Simpan identitas, kartu hotel, dan nomor pembimbing.
- Segera meminta bantuan apabila merasa pusing, sesak, atau lemas.
Kondisi lapangan, jalur, dan pengaturan jamaah dapat berubah. Ikuti petunjuk petugas Masjidil Haram dan pembimbing yang mendampingi.
Hikmah Sa’i bagi Jamaah Umroh
Sa’i mengajarkan bahwa tawakal bukan berarti menunggu tanpa usaha. Siti Hajar berusaha mencari air dengan berjalan antara Safa dan Marwah, sementara pertolongan Allah datang melalui jalan yang tidak disangka.
Dari Tata Cara Sa’i, jamaah dapat mempelajari beberapa nilai:
- Bersungguh-sungguh dalam berikhtiar.
- Tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan.
- Menyertai usaha dengan doa.
- Mempercayai pertolongan Allah.
- Menjaga kesabaran dalam proses yang berulang.
Pemahaman terhadap hikmah ini membantu jamaah menjalankan tata cara Sa’i bukan hanya sebagai gerakan fisik, tetapi juga sebagai latihan kesabaran dan tawakal.
Pertanyaan yang Sering Ditanyakan tentang Tata Cara Sa’i
Berapa kali Sa’i dilakukan?
Sa’i dilakukan sebanyak tujuh perjalanan. Safa menuju Marwah dihitung satu kali, sedangkan Marwah menuju Safa dihitung perjalanan berikutnya.
Sa’i dimulai dari mana dan berakhir di mana?
Sa’i dimulai dari Safa dan perjalanan ketujuh berakhir di Marwah.
Apakah satu kali Sa’i berarti pulang-pergi?
Tidak. Safa ke Marwah sudah dihitung satu kali. Perjalanan kembali dari Marwah ke Safa dihitung sebagai perjalanan kedua.
Apakah harus membaca doa tertentu di setiap perjalanan?
Tidak ada kewajiban membaca satu doa berbeda pada setiap perjalanan. Jamaah dapat berzikir, membaca Al-Qur’an, berselawat, atau berdoa dengan bahasa yang dipahami.
Apakah perempuan harus berlari kecil di lampu hijau?
Tidak. Jamaah perempuan tetap berjalan seperti biasa. Lari kecil di antara penanda hijau dianjurkan bagi jamaah laki-laki yang mampu.
Apa yang dilakukan setelah Sa’i selesai?
Setelah menyelesaikan perjalanan ketujuh di Marwah, jamaah Umroh melanjutkan dengan tahallul. Pelajari juga urutan lengkapnya dalam panduan menjalankan ibadah Umroh.
Kesimpulan
Tata cara Sa’i yang benar dimulai dari Safa, dilaksanakan sebanyak tujuh perjalanan, dan selesai di Marwah. Jamaah laki-laki yang mampu berlari kecil hanya di antara penanda hijau, sedangkan jamaah perempuan tetap berjalan seperti biasa.
Memahami urutan, doa, syarat, dan kesalahan saat Sa’i membantu jamaah beribadah dengan lebih tertib dan tenang. Namun, artikel ini merupakan panduan edukatif; kondisi khusus tetap perlu dikonsultasikan kepada pembimbing ibadah yang kompeten.
Setelah memahami manasik, jamaah yang sedang menyiapkan keberangkatan dapat mempelajari paket Umroh 2026–2027 dan memeriksa profil serta legalitas Tanur Muthmainnah Tour. Informasi paket, jadwal, harga, hotel, maskapai, fasilitas, dan ketersediaan perlu dikonfirmasi kembali melalui kanal resmi sebelum mengambil keputusan.
Tags : Kegiatan Ibadah Umroh lengkap, Perbedaan ibadah haji umroh, Kegiatan Ibadah Haji lengkap, Kegiatan Ibadah Umroh Sa’i, Cara menjalankan Ibadah Umroh, Pengertian dan Kegiatan Tawaf, Cara Menjalankan Ibadah Haji. Kegiatan Wukuf di Arafah. Cara Umroh Kegiatan Sa’i
Hubungi Kami Sekarang Untuk KONSULTASI
Head Office :
Rukan Venice, Golf Lake Residence No.12-15 Blok B, RT.9/RW.14, Cengkareng Tim., Kecamatan Cengkareng, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11730
